Maharah Kitabah


  Pengertian Maharah Kitabah (Menulis)

Ketrampilan menulis (maharah kitabah) adalah kemampuan dalam mendeskripsikan atau mengungkapkan isi pikiran, mulai dari aspek yang sederhana seperti menulis kata-kata sampai kepada aspek yang kompleks yaitu mengarang.

 

2.     Tujuan dan Manfaat Mempelajari Maharah Kitabah

Beberapa tujuan dan manfaat penting mempelajari maharah kitabah adalah:

a.     Menulis merupakan bagaian dasar pada kehidupan dan termasuk syarat yang sangat diperlukan pada kelangsungan hidup.

b.     Merupakan suatu alat untuk mengajar pada semua jenis tingkatan.

c.     Merupakan sarana untuk menggabungkan antara satu dengan yang lain (antara penulis dengan pembaca).

d.     Merupakan alat untuk menghubungkan masa sekarang dengan masa lampau, dan dengan adanya kitabah manusia bisa mengetahui peradaban yang ada di masa lampau.

e.     Untuk menjaga kelertarian peninggalan buku yang terdahulu.

f.      Merupakan bukti penggadaan peristiwa sebenarnya.

g.     Merupakan penghubung dari perseorangan tentang dirinya sendiri dan menggambarkan tentang isi hatinya.

 

Unsur-unsur kitabah:

a.       Al kalimah: yang dimaksud dengan kalimah adalah satuan kata yang terkecil dari satuan kalimat atau unsur dasar pembentukan kaliamat

b.       Al jumlah: kumpulan kata yang dapat membentuk pemahaman makna (satu kata yang disandarkan dengan kata yang lain)

c.       Al faqroh: yaitu paragraf, yang tersusun dari beberapa kata dan membentuk kalimat. Dan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain berhubungan maknanya.

d.      Uslub: seperti yang kita tahu bahwa unsur dari kitabah adalah: kata yang ada didalam kalimat dan kalimat yang ada di dalam paragraf. Dan dari keseluruhannya itu disebut dengan susunan penulis (uslubul katib).

 

Aspek-aspek dalam kitabah:

a.      Al qowaid, seperti nahwu dan sharaf

b.     Imla’

c.      Khot

 

3.     Strategi Pembelajaran Maharah Kitabah

            Strategi belajar dan tipe belajar merupakan kawasan yang kini banyak menarik minat para pengkaji pembelajaran bahasa Arab. Nunan menafsirkan strategi pembelajaran sebagai proses mental yang digunakan pebelajar untuk mempelajari dan menggunakan bahasa sasaran.

            Dengan demikian strategi pembelajaran sifatnya sangat pribadi. Ia berbeda dari satu individu ke individu lainya, karena merupakan proses mental yang tidak tampak. Ia hanya bisa diidentasikasi melalui manifestasi perilakunya. Pembelajaran kitabah atau menulis terpusat pada tiga hal:

1.     Kemampuan menulis dengan tulisan yang benar

2.     Memperbaiki khoth

3.     Kemampuan mengungkapkan pikiran secara jelas dan detail.

Proses pembelajaran keterampilan menulis akan berbeda-beda sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan. Apakah menggunakan metode nahwu wa tarjamah atau menggunakan metode mubasyarah dan atau metode sam’iyyah syafawiyah. Karena ketika menggunakan metode nahwu wa tarjamah, pembelajaran menulis bisa dimulai sejak awal, sedang kalau menggunakan metode mubasyarah atau sam’iyah syafawiyah guru memulai pembelajaran dengan ketrampilan shautiyah setelah itu kemudian memulai menulis.

Terdapat beberapa petunjuk umum berkaitan dengan pembelajaran menulis, yaitu sebagai berikut:

1.      Memperjelas materi yang dipelajari siswa.

2.      Memberitahukan tujuan pembelajarannya kepada siswa.

3.      Mulai mengajarkan menulis dengan waktu yang cukup

4.      Asas bertahap, mulai dari yang sederhana berlanjut ke yang rumit

5.      Kebebasan menulis

6.      Pembelajaran khath

7.      Pembelajaran imla’

Adapun dalam pembelajaran menulis, proses pembelajarannya bisa dengan beberapa tingkatan yaitu di mulai dengan pembelajaran imla’ sampai ta’bir. 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer