Maharah Qira'ah

 

1.     Pengertian Maharah Qira’ah

Maharah Qira’ah merupakan aspek ketrampilan yang ingin dicapai dalam pembelajaran Bahasa Arab. Maharah qiroah atau keterampilan membaca adalah salah satu keterampilan bahasa yang tidak hanya sekedar membunyikan huruf-huruf atau kata-kata akan tetapi sebuah keterampilan yang melibatkan berbagai kerja akal dan pikiran. Membaca merupakan kegiatan yang meliputi semua bentuk-bentuk berpikir, memberi penilaian, memberi keputusan, menganalisi, dan mencari pemecahan masalah. Keterampilan membaca yang baik sangat dibutuhkan agar pembaca dapat benar-benar memahami teks bacaan.

 

2.     Langkah-langkah penyajian metode Qira‟ah

Langkah-langkah penyajian metode Qiraah dalam pembelajaran bahasa Arab, diantaranya sebagai berikut :

a.      Pelajaran dimulai dengan pemberi kosakata dan istilah yang dianggap sulit dan penjelasan maknanya dengan defenisi dan contoh dalam kalimat.

b.     Siswa membaca teks acaan secara diam selama kurang lebih 25 menit. Diskusi mengenai isi bacaan yang dapat berupa tanya-jawab dengan menggunakan bahasa ibu pelajar.

c.      Pembicaraan mengenai tata bahasa secara singkat kalau dianggap perlu.

d.     Mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam buku suplemen, yaitu menjawab pertanyaan tentang isi bacaan, latihan menulis, dsb.

e.      Bahan bacaan perluasan dipelajari di rumah dan dilaporkan hasilnya pada pertemuan berikutnya.

 

3.      Karakteristik Metode Qirā’ah

Karakteristik metode qirā’ah antara lain adalah sebagai berikut :

a.      Tujuan utamanya adalah kemahiran membaca, yaitu agar pelajar mampu memahami teks ilmiah untuk keperluan studi mereka.

b.     Materi pelajaran berupa buku bacaan utama dengan supelemen daftar kosa kata dan pertanyaan-pertanyaan isi bacaan, buku bacaan penunjang untuk perluasan (extensif reading), buku latihan mengarang terbimbing dan percakapan.

c.      Basis kegiatan pembelajarannya adalah memahami isi bacaan, didahului oleh pengenalan kosa kata pokok dan maknanya, kemudian mendiskusikan isi bacaan dengan bantuan guru. Pemahaman isi bacaan melalui proses analisis, tidak dengan penerjemahan harfiah, meskipun bahasa ibu boleh digunakan dalam mendiskusikan isi teks.

d.     Membaca diam (silent reading/ صامتة قراءة ) lebih diutamakan daripada membaca keras (loud-reading/ جهرية قراءة)

e.      Kaidah bahasa diterangkan seperlunya tidak boleh berkepanjangan

 

4.     Segi Kelebihan dan Kelemahan Metode Qirā’ah dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Segi kelebihan metode qirā’ah dalam pembelajaran bahasa Arab diantaranya adalah sebagai berikut :

a.      Siswa dapat dengan lancar membaca dan memahami bacan-bacaan bahasa Arab dengan fasih dan lancar.

b.     Siswa dapat menggunakan intonasi bacaan bahasa Arab sesuai dengan kaidah membaca yang benar.

c.      Dengan pelajaran membaca tersebut siswa diharapkan mampu pula menerjemahkan kata-kata atau memahami kalimat-kalimat bahasa Arab yang diajarkan.

d.     Metode ini memungkinkan para pelajar dapat membaca bahasa baru dengan kecepatan yang wajar bersamaan dengan penguasaan isi bahan bacaan tanpa harus dibebani dengan analisis gramatikal mendalam dan tanpa penerjemahan.

e.      Pelajar menguasai banyak kosa kata pasif dengan baik.

f.      Pelajar bisa memahami aturan tata bahasa secara fungsional.

Komentar

Postingan Populer